Integritas………………integritas……..………….integritas………………………….

Kata-kata itu sering kali terdengar dan diperdengarkan sejak bergulirnya era reformasi, dimana pada era sebelumnya manusia Indonesia dicengkram sedemikian lama dan mengakar oleh virus penghancur moral yang bernama KKN (korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Namun maksud hati dengan pergantian era ingin memberantas korupsi, akan tetapi virus KKN itu tetap bercokol dan tetap menunjukkan keperkasaan dan daya rusak yang lebih dahsyat.
KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dilahirkan,
Sumpah Pegawai dan Sumpah Jabatan diperdengarkan dihadapan Tuhan,
Pakta Integritas ditandatangani secara massal dengan upacara yang sangat sakral,
Berita-berita KKN di mass media dikumandangkan,
Wajah sang aktor koruptor ditayangkan di televisi sebagai upaya untuk menimbulkan efek jera,

namun kasus-kasus KKN diberbagai instansi Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif , tetap bergulir dan semakin menggila, dengan modus operandi yang lebih terselubung dengan sangat canggih dan rapih.
Dalam berbagai pidato dan pengarahan hampir dapat dipastikan selalu terselip kata-kata Integritas yang diuraikan dengan dalil-dalil akal, namun yang terjadi dalil itu terkesan dan menjelma menjadi hanya sekedar akal-akalan, kata tak bermakna, kosong dan munafik.
Hal ini dapat dilihat bahwa hingga saat ini Indonesia masih tetap bertengger pada peringkat tertinggi Negara terkorup di dunia.

Ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan.

PENGERTIAN

Banyak tulisan yang mengemukakan pengertian integritas, yang walaupun ada perbedaan rumusan namun satu sama lain mempunyai titik temu yang mendekati pemahaman yang sama, yaitu :
Integritas adalah mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan ; kejujuran (KBBI)

Integritas adalah teguh pada suatu kode/standar moral atau nilai tertentu, tak tercemar, tak terpecah-pecah, perilaku yang jujur dan lurus, menjunjung tinggi kehormatan, tidak berbohong, tidak mencuri/menipu.

Integritas adalah keberanian moral untuk membuat semua tindakan sesuai dengan pengetahuan tentang yang benar dan yang salah.
Integritas merupakan kesatuan antara pikiran, perkataan maupun perbuatan.

Integritas adalah sebagai kejujuran moral seseorang, mengucapkan hal yang sama di depan satu orang atau di depan banyak orang, melakukan tindakan yang konsisten dihadapan orang atau tanpa ada orang lain.

Perilaku integritas ini tercermin dari kualitas sikap yang baik, karakter yang bersih, yang berasal dari sistem nilai internal diri yang konsisten dan tidak goyah oleh situasi atau godaan. Dengan kata lain bahwa integritas seseorang terlihat dari semua tindakan yang ia lakukan, memiliki kesamaan nilai-nilai inti tertentu.

PAKTA INTEGRITAS

Perkataan Pakta Integritas tiba tiba menjadi begitu terkenal dewasa ini. Dua kosa kata yang bermakna sebagai kontrak moral berubah wujud menjadi sebuah ikon yang ngetren.
Hal ini merupakan tuntutan orde reformasi yang menginginkan adanya reformasi disegala bidang, khususnya untuk membangun tata pemerintahan yang baik dengan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)
Dalam rangka memenuhi tuntutan tersebut, telah diterbitkan Undang Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi Kolusi dan Nepotisme.
Pakta integritas dimaksudkan sebagai upaya agar kita selalu teringat akan janji dan sumpah (sumpah pegawai, sumpah jabatan) sebagai birokrat.

Pakta integritas adalah kesepakatan kejujuran dari setiap Pejabat dan Aparatur (PNS) untuk meningkatkan harkat dan martabat dan harga diri melalui tekad bersama, yang berisi sebagai berikut :

• Komitmen atau pernyataan janji untuk melaksanakan segala tugas, kewajiban dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
• Integritas yang tinggi
• Kejujuran
• Dapat dipercaya.
• Menghindari dari dari benturan kepentingan (conflict of interest)
• Anti KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)
• Anti suap.
• Tidak memikirkan diri sendiri.
• Obyektif
• Keterbukaan.
• Akuntabilitas

KARAKTERISTIK INTEGRITAS
Seseorang disebut memiliki integritas, adalah sosok yang memperlihatkan konsistensi antara tindakan dan nilai, hidup sesuai dengan nilai-nilai prinsip, kesesuaian antara kata-kata dan perbuatan, tidak perduli terhadap segala konsekwensi yang mungkin menyertainya walau segetir apapun. Sebagai alat ukur sederhana, integritas mengandung karakteristik sebagai berikut :

* Menyadari bahwa hal-hal kecil itu penting
Tidak berbohong, setia pada nilai moral, walaupun berhadapan dengan resiko.

• Menemukan yang benar
Mengambil keputusan yang tidak bertentangan dengan kode integritas pribadi, dan etika moral

• Bertanggung jawab
Bersikap terbuka dan jujur, berikan informasi secara lengkap(baik maupun buruk) yang tidak hanya menguntungkan diri sendiri, mengaku ketika berbuat salah, meminta maaf dan memperbaikinya.

• Menciptakan budaya kepercayaan
Berikan nilai keteladanan, jangan menguji integritas rekan.

• Menepati janji
Janji adalah utang, yang menepati janji akan mendapat kepercayaan.

• Peduli terhadap kebaikan yang lebih besar
Berkomitmen untuk kepentingan lingkungan kerja, dengan layanan prima.

• Jujur namun rendah hati
Berbuat lebih baik dan nyata daripada hanya berkata-kata.

• Bertindak sebagai sedang diawasi
Berfikir bahwa setiap tindakan selalu diawasi

• Konsisten
Miliki konsistensi dan keterdugaan etis. Selaraskan antara nilai dan tindakan.



KATA KUNCI PEMAKNAAN INTEGRITAS

- Nilai sebuah integritas sangat mahal, karena sesungguhnya ia adalah pancaran
keagungan dan kemuliaan Tuhan yang keluar dari hati nurani terdalam manusia

- Perbuatan menyimpang dan merugikan kepentingan umum (korupsi, penipuan,
persekongkolan jahat dan persaingan tidak sehat) adalah tindakan yang meniadakan
hak-hak orang lain.

- Orang-orang yang berpegang teguh pada integritasnya, biasanya tidak akan
beruntung.

- Membangun integritas dapat dilakukan dengan memahami apa yang benar, dan
kebenaran itu harus kita lakukan secara konsisten, walaupun menghadapi tantangan-
tantangan atau resiko-resiko tertentu.

- Kata integritas identik pada pribadi orang-orang yang “ARIF dan BIJAKSANA” yang
mampu menjadi sosok manusia anutan dan panutan..

- Integritas adalah modal utama seorang pemimpin, namun sekaligus modal yang
paling langka dimiliki oleh pemimpin. Inilah ironi terbesar dalam arena
kepemimpinan.

- Jika pemimpin tidak memiliki (kosong) integritas, maka akan sulit bagi semua
pengikutnya untuk menegakkan dan menjalankan peraturan dan tanggung jawab
dengan benar.

- Tanpa integritas, kesuksesan hidup hanyalah sebuah fata morgana kepentingan pribadi
yang tidak bernilai bagi lingkungan dan kemanusiaan

- Orang-orang yang berjuang mewujudkan cita-cita hidup tanpa dikendalikan oleh nilai-
nilai integritas, akan menjadi pemangsa yang rakus, serakah, curang, culas, munafik
dan tidak mengenal belas kasihan.

- Kebahagiaan adalah ketika apa yang kita pikirkan, apa yang kita katakana dan apa yang
kita lakukan berada dalam satu jalan yang harmonis yaitu integritas.

- Integritas adalah musuh kemunafikan, sehingga tidak bisa membangun integritas
sambil mempertahankan kemunafikan.

- Manusia yang tertular virus KKN akan kehilangan integritas, kendali diri dan keteladanan, mata bathinnya tidak mengenal rasa malu, hina dan terinjak-injak martabatnya.


Sebagai penutup, ada ungkapan bijak dari Frank Outlaw :

AWASILAH

AWASILAH PIKIRAN ANDA, DIA BISA BERUBAH MENJADI KATA-KATA
AWASILAH KATA-KATA ANDA, DIA BISA BERUBAH MENJADI TINDAKAN
AWASILAH TINDAKAN ANDA, DIA BISA BERUBAH MENJADI KEBIASAAN
AWASILAH KEBIASAAN ANDA, DIA BISA BERUBAH MENJADI KARAKTER
AWASILAH KARAKTER ANDA, DIA ADALAH MILIK ANDA SELAMA-LAMANYA.


30 Maret 2009

0 komentar:

Post a Comment

 
Top